Toko Buku Online | Jual Buku Baru & Bekas | Pasar Buku Diskon
Diam. Tak berarti mati. Mati. Tak berarti hilang. Hilang. Tak berarti terhapus. Yang bersisa adalah kenangan~~eva inzu
  • Mo Yan: Sorgum Merah (2012 Literature Nobel Winner)
  • Hai Edisi Khusus: Harta Karun
  • Fujiko F. Fujio: Dorabase
  • Dongeng 4 in 1: 10 Dongeng Hewan Peternakan
  • Mad Magazine #359 July 1997
  • Courage, Eight Portraits By Gordon Brown
  • Joe Sacco: Palestina Membara
  • Neil Gaiman: Dream Country (The Sandman #3)
  • Marketing Aesthetics
  • Scavenger by Paul Stewart and Chris Riddell
  • A Game of Thrones The Illustrated Edition
  • Matt Kindt: 2 Sisters
  • National Geographic The Covers : Iconic Photographs, Unforgettable Stories
  • Jeff Lemire: Essex County (Collected)
  • Widya Wiyata Pertama Anak-Anak: Dinosaurus
  • 20th Century Boys: The Perfect Edition, Vol. 2

»

#7 of 473 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Francoise Sagan: Bonjour Trestesse (International Bestseller)

Price Rp 25.000
Rp 17.000
Beli
Berat 0,20 Kg

Francoise Sagan: Bonjour Trestesse
Serambi, 164hlmn
Kondisi: baru segel

International Bestseller

Lara Kusapa (Bonjour Tristesse) adalah novel pertama Franoise Sagan yang terbit pada 1954 di Prancis. Buku yang ditulis ketika usianya baru 18 tahun ini segera menjadi best-seller dan menyulut skandal heboh lantaran bertutur tentang seksualitas gadis remaja tanpa malu-malu. Novel ini melejitkan Sagan sebagai sosok terkemuka dalam sastra Prancis dan menjadi karya abadi yang terus dibaca orang. Sebuah buku yang asyik dibaca dan mengesankan.

Cecile, gadis manis 17 tahun, membatin, di sini berkumpul unsur-unsur sebuah drama ...
Seorang pria penebar pesona: Raymond, ayah Cecile. Dalam balutan tubuh duda keren berusia 40 tahun ini bersemayam seorang bocah abadi yang tak kenal tanggung jawab, doyan dugem hingga subuh untuk memuaskan dahaganya akan alkohol dan wanita.

Seorang wanita binal: Elsa, kekasih Raymond. Berambut merah dan berotak cetek, usianya hanya terpaut 12 tahun di atas Cecile. Ia tak pernah berniat menjadi ibu tiri gadis itu.

Seorang perempuan intelek: Anne, kawan lama mendiang ibu Cecile. Tak ada yang tahu sejak kapan ia mengincar Raymond untuk dijadikan suami. Menurut Cecile, Anne terlalu cerdas untuk ayahnya, dan terlalu lurus pula! Betapa membosankan jika harus hidup seatap dengannya ...

Di bawah terik mentari selatan Prancis, pesisir Laut Tengah, dalam suasana liburan yang cocok untuk bermalas-malasan, untuk pertama kalinya Cecile mencicipi berbagai hal yang tadinya asing dalam kehidupannya sebagai gadis belia yang manja: gairah asmara bersama pemuda berparas Latin dan angkara terhadap ayah yang mencintainya. Dan di tengah usahanya menggagalkan upaya Anne untuk menggaet Raymond dalam ikatan pernikahan, Cecile pun berjumpa dengan lara ...